Penyerapan Anggaran Menurun, Angka Silpa Meningkat

Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Ngawi tahun 2015 yang dilakukan 21 April 2016 merupakan laporan pertanggungjawaban yang istimewa karena didalam penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati tahun 2015 semua pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ngawi dan jajaran eksekutif berseragam ala adat Jawa hal tersebut dikarenakan didalam penyampaian LKPJ tersebut bertepatan dengan Hari Kartini. Selain berseragam adat Jawa lengkap pimpinan DPRD, eksekutif serta jajajan muspida dalam menghadiri undangan tersebut didampingi oleh para istri.
   
Didalam penyampaian LKPJ Bupati tahun 2015 tersebut angka kenaikan silfa mulai tahun 2010 sampai 2015 mengalami tren kenaikan yang terus-menerus, tren kenaikan itu menurut Bupati Ngawi yang akrab dipanggil Kanang, ketika dikonfirmasi usai menyampaikan LKPJ tahun 2015 di hadapan pimpinan DPRD beserta anggotanya, disebabkan satuan kerja teknis ragu di dalam penyerapan hal itu karena saat itu masih di dalam masa transisi karena saya sudah habis masa kerjanya dan diteruskan oleh PLH Bupati dan diteruskan oleh PJ Bupati jadi ada tiga masa transisi dan ini mungkin menjadi kendala bagi satuan kerja teknis untuk melakukan penyerapan anggaran.
   
Lebih lanjut Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistiyoko atau Mas Kanang ini mengatakan untuk tahun 2016 ini kita rencanakan dan akan kita lakukan eksekusi terhadap silpa yang sangat tinggi itu sehingga untuk LKPJ tahun 2016 yang akan saya sampaikan di tahun 2017 sudah mengalami penurunan, dan saya yakin itu bisa saya lakukan, terang Kanang.
   
Masih menurut Kanang, panggilan akrab Bupati Ngawi ini, dalam penyerapan silpa yang tinggi itu sesuai akan kami fokuskan untuk perbaikan infrastruktur karena visi dan misi periode 2 ini membangun kesejahteraan masyarakat sehingga dengan infrastruktur yang bagus akan memperlancar roda ekonomi, dan saya minta semua bisa memahami mengapa terjadinya peningkatan silpa yang sangat tinggi. Ke depan semua satuan kerja teknis harus mampu bekerja yang lebih keras lagi, terang Kanang sambil meninggalkan gedung DPRD. (Sidik Nusantara)