Jukir Yang Tarik Pelanggan Parkir Akan Ditertibkan

Maraknya Jukir (juru parkir) 'nakal' membuat gerah Kabid Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, Wartono. Apalagi ada Jukir yang menarik uang parkir. Hal itu tak sesuai Perda No 13 tahun 2005 yang menetapkan parkir di tepi jalan umum menjadi sistem berlangganan.

“Saya sudah memberikan imbauan maupun teguran kepada para jukir tersebut, dan hasilnya tak selalu bagus. Sudah saya katakan kalau Nopol-nya Probolinggo, jangan ditarik uang parkir. Kadang ada yang tetap membandel,” kata Wartono, Rabu (6/4). Lebih lanjut Wartono mengatakan, penerapan parkir berlangganan pada dasarnya merupakan hal yang dapat memberi kesejahteraan bagi para juru parkir di Kota Probolinggo.

“Dalam waktu saya akan study banding ke Banyuwangi, karena di sana parkir tak dikenakan retribusi alias gratis. Saya penasaran. Barangkali nanti bisa diterapkan di sini," imbuhnya. Dari pantauan wartawan, memang ada beberapa titik yang sangat menjanjikan meraup rupiah dari keuntungan parkir,di antaranya lokasi Alun-alun Kota Probolinggo. Masih terlihat banyak oknum jukir ‘nakal’ yang menarik uang parkir. Padahal semestinya tidak diperbolehkan.

Sekedar diketahui, bagi pengendara roda dua maupun roda empat yang ber-Nopol Kota maupun Kabupaten Probolinggo, wajib membayar karcis berlangganan Rp 25 ribu untuk roda dua dan Rp 50 ribu untuk roda empat) untuk satu tahun. Hal itu dilakukan tiap membayar pajak kendaraan dan secara otomatis membayar stiker parkir berlangganan di kantor Samsat. (bm/sn)